Kamis, 13 Oktober 2011

MARAH

KUSIMPAN MARAH HINGGA DIA MEMBESAR DAN MEMBUATKU TAKLUK
JERATNYA BAGAI TENTAKEL GURITA YANG MENJALAR
MENAUT PERISTIWA DEMI PERISTIWA
MEMAKSAKU MENYUSUN MEMBENTUK PUZZLE UTUH
UNTUK KULEMPARKAN BERSAMA KEMARAHAN
: duhai apakah gerangan yang kau dapatkan ? katamu
: kepuasan ! jawabku

KUSIMPAN MARAH HINGGA DIA MENCAKAR CAKAR HATIKU
MENGGORES LUKA DAN MELELEHKAN DARAH YANG TIDAK AKAN PERNAH DILIHAT
MENDERAIKAN AIR MATA TANPA ISAK ATAU TERIAK
MEMAKSAKU BERTAHAN DI ATAS SERPIHAN SERPIHAN KISAH
YANG TELAH TERPAHAT DI DINDING SEJARAH HIDUPKU
: maafkanlah ! katamu
: entahlah ! jawabku

Selasa, 11 Oktober 2011

Geguritan

mesam mesem sajak nyalawadi
meneng meneng sajak ana sing disimpen
sawang tumrawang sajak kelingan sing ning paran

: ati kemrungsung, nanging lathi ora kawetu
mung donga kang disuwun kanthi saestu
duh Gusti, paringono setyo tuhu



*geguritan : sajak bahasa Jawa

Senin, 22 Agustus 2011

aku setia pada rindu

aku setia pada rindu
yang selalu dipahat waktu di dinding kalbu
rindu seraut senyum dalam kenangan
binar mata yang bercahaya
dan kata kata yang menguatkan

aku setia pada rindu
yang ditinggalkan masa di lajur usia
rindu akan cinta yang tak pernah nyata
peristiwa demi peristiwa yang membuat gelisah
hingga ketenanganku hanyalah, saat menunggu

aku selalu setia pada rindu
yang diukir jarum jam pada angka angka
entah berapa bilangan jumlah akhirnya
aku akan tetap menjaga rindu
hingga saatnya, bertemu