mesam mesem sajak nyalawadi
meneng meneng sajak ana sing disimpen
sawang tumrawang sajak kelingan sing ning paran
: ati kemrungsung, nanging lathi ora kawetu
mung donga kang disuwun kanthi saestu
duh Gusti, paringono setyo tuhu
*geguritan : sajak bahasa Jawa
Selasa, 11 Oktober 2011
Senin, 22 Agustus 2011
aku setia pada rindu
aku setia pada rindu
yang selalu dipahat waktu di dinding kalbu
rindu seraut senyum dalam kenangan
binar mata yang bercahaya
dan kata kata yang menguatkan
aku setia pada rindu
yang ditinggalkan masa di lajur usia
rindu akan cinta yang tak pernah nyata
peristiwa demi peristiwa yang membuat gelisah
hingga ketenanganku hanyalah, saat menunggu
aku selalu setia pada rindu
yang diukir jarum jam pada angka angka
entah berapa bilangan jumlah akhirnya
aku akan tetap menjaga rindu
hingga saatnya, bertemu
yang selalu dipahat waktu di dinding kalbu
rindu seraut senyum dalam kenangan
binar mata yang bercahaya
dan kata kata yang menguatkan
aku setia pada rindu
yang ditinggalkan masa di lajur usia
rindu akan cinta yang tak pernah nyata
peristiwa demi peristiwa yang membuat gelisah
hingga ketenanganku hanyalah, saat menunggu
aku selalu setia pada rindu
yang diukir jarum jam pada angka angka
entah berapa bilangan jumlah akhirnya
aku akan tetap menjaga rindu
hingga saatnya, bertemu
Rabu, 20 Juli 2011
Poetry Hujan : Tentang kita
: untuk sondang
Hujan ini mengingatkanku tentangmu
saat kita berlarian berkejaran
air mataku tumpah
tawamu renyah
aku menangisi perpisahan
engkau bercerita tentang cita cita
Hujan ini mengingatkanku tentangmu
sembari kudengarkan rintiknya
sembari kutahankan titik air mata
waktu terus berlari
semakin dekat waktumu pergi
tangisku menderas, seiring hujan diluar sana
Hujan ini mengingatkanku tentangmu
saat jarum hakken menusuk satu persatu
merajut sebuah tas selempang
satu demi satu kenangan terbayang
pergilah, kawan
aku disini akan bertahan

Hujan ini mengingatkanku tentangmu
saat kita berlarian berkejaran
air mataku tumpah
tawamu renyah
aku menangisi perpisahan
engkau bercerita tentang cita cita
Hujan ini mengingatkanku tentangmu
sembari kudengarkan rintiknya
sembari kutahankan titik air mata
waktu terus berlari
semakin dekat waktumu pergi
tangisku menderas, seiring hujan diluar sana
Hujan ini mengingatkanku tentangmu
saat jarum hakken menusuk satu persatu
merajut sebuah tas selempang
satu demi satu kenangan terbayang
pergilah, kawan
aku disini akan bertahan
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis
Langganan:
Postingan (Atom)