Jumat, 20 Mei 2011

lihatlah

lihatlah cinta, perasaanku padamu menjelma lautan
menenggelamkan, hingga aku selalu gelagapan
tak tahu harus berkata apa dan berbuat apa
rasa itu kini membuahkan penerimaan
atas segala perlakuan

lihatlah sayang, perasaanku padamu telah menjelma sayap
membuatku terbang, hingga aku lupa daratan
tak peduli betapa banyak keterbatasan
rasa itu kini menelurkan pengharapan
agar kau tak akan tinggalkan

harapan kosong

kuharap angin terbangkan luka
kuharap bintang kerlipkan gulita
kuharap malam sembunyikan duka
kuharap hujan samarkan air mata
kuharap senyuman ramaikan sepi
kuharap sapamu dentingkan sunyi

namun asa tinggalah asa
tanpa ada yang menjadi nyata
luka dan duka ini tetap ada
air mata tetap menetes jua
biar saja kutelan kecewa
karena bahagia hanya aku yang rasa

Jumat, 25 Februari 2011

Aku Dengar

Aku dengar tangis pepasir di tepi pantai
selalu merindu ombak yang tak tergapai
apa daya tak ada tangan untuk merengkuhnya
hingga ombak pun datang dan pergi begitu saja
: ombak harus pergi dan pergi lagi, menuruti kodrat Ilahi

aku dengar rintih pedih bukit yang gersang
ketika dia tak mampu menahan hujan yang datang
sungguh ingin selalu menikmati rintiknya yang dingin
sayang alam selalu mempergilirkan datangnya musim
:hujan dan panas silih berganti mengikuti kodrat alam ini

Aku dengar bisik sedih pepohonan
Yang selalu merindu hadirnya burung burung
Meski mereka hanya datang ketika lelah dan berlindung
Tetap saja pepohonan selalu ada dan sedia menerima
:burung harus pergi, mengais sekedar rejeki

Aku dengar perih luka di dunia para pecinta
Yang senantiasa memberi tanpa peduli
Yang senantiasa memaafkan tanpa permintaan
Yang senantiasa bertahan dari semua rintangan

Oh dunia,
: yang mencinta merintih pedih
: yang dicinta belajar menyapih,
sebisanya